JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengemukakan alasan sulitnya mencari buron yang juga tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan Gubernur Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti. Menurutnya, Nunun berbeda dengan M Nazaruddin, tersangka dalam kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011 yang sudah ditangkap setelah hampir tiga bulan menjadi buron.
"Kita sudah menangkap Nazaruddin karena dia itu kan nongol terus. Nah kalau Nunun kan tidak, dan di mana dia kita juga masih belum tahu," ujar Patrialis saat melakukan konferensi pers di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
Sebelumnya, beberapa desakan untuk menemukan Nunun kembali muncul setelah pemerintah berhasil menangkap Nazaruddin di Cartagena, Kolombia. Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Juntho menilai, pemerintah tidak boleh pilih kasih hanya dengan memprioritaskan Nazaruddin dalam melakukan pengejaran terhadap buron Indonesia yang melarikan diri ke luar negeri.
Bahkan, Emerson menyindir pemerintah tidak boleh ikut-ikutan lupa ingatan seperti Nunun Nurbaeti yang dikabarkan berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit lupa ingatan. Menanggapi hal itu, Patrialis mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan pencarian istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah membuat tim khusus yang merupakan gabungan antara Kepolisian, KPK, dan Kementerian Luar Negeri.
"Jadi nanti suara teman-teman pers ini akan kami suarakan. Namun, saya kira tim (pencari Nunun) sudah ada. Jadi, kita akan terus upayakanlah ya," kata Patrialis.
Sama seperti Nazaruddin, semenjak ditetapkan sebagai tersangka, Nunun dikabarkan sering berpindah-pindah negara. Awalnya, istri Mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu dikabarkan berada di Singapura untuk berobat. Namun, berdasarkan keterangan politikus Golkar Fahmi Idris, Nunun dikabarkan sempat mengunjungi Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
Untuk memastikan keberadaan Nunun, KPK telah mengajukan permintaan penerbitan red noticekepada Interpol yang disampaikan melalui Polri. Hingga kini, keberadaan Nunun Nurbaeti masih misterius. Hanya pihak keluarga yang mengetahui lokasi Nunun. Namun, Adang selaku suami Nunun seolah enggan membocorkan lokasi istrinya, apalagi mengantarkan istrinya untuk diproses secara hukum di KPK.
Wakil Ketua KPK M Jasin sempat mengatakan, sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, KPK tidak dapat memaksa keluarga untuk membocorkan informasi keberadaan Nunun. Sepengetahuan KPK, Nunun tengah berada di Singapura atau Thailand. Sementara itu, Patrialis Akbar sempat mengungkapkan bahwa sosialitia itu pernah berada di Kamboja.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar